Resmi.ID DomainNama resmi untuk bisnis Anda

Pelajaran dari gangguan AWS, Azure, dan Cloudflare: jangan taruh semua di satu tempat

Hosting· 2 menit baca
Ilustrasi awan dengan petir dan indikator status merah untuk AWS, Azure, dan Cloudflare
Ilustrasi: Resmi.ID

Empat gangguan besar setahun terakhir dipicu salah konfigurasi dan bug, bukan serangan. Website kecil ikut tumbang bila semua bergantung pada satu penyedia.

Dalam setahun terakhir, tiga penyedia infrastruktur terbesar di dunia — AWS, Microsoft Azure, dan Cloudflare — mengalami gangguan yang membuat ribuan website dan aplikasi tak bisa diakses berjam-jam. Yang menarik, penyebabnya bukan serangan siber, melainkan perubahan konfigurasi dan bug perangkat lunak.

Empat kejadian besar

TanggalPenyediaPenyebabDampak
19–20 Okt 2025AWS us-east-1Bug otomasi DNS DynamoDB membuat record DNS kosong.Merembet ke EC2, Lambda, IAM, dan layanan lain hampir 15 jam.
29 Okt 2025Azure Front DoorPerubahan konfigurasi yang tidak disengaja.Azure dan Microsoft 365 gagal diakses ±8 jam.
18 Nov 2025CloudflarePerubahan izin basis data membuat file fitur Bot Management membengkak.Banyak situs menampilkan galat 5xx ±6 jam.
20 Feb 2026CloudflareBug tugas pembersihan menarik ±25% prefiks BYOIP lewat BGP.Layanan pelanggan BYOIP tak terjangkau ±6 jam.

Laporan resmi masing-masing: AWS, Cloudflare 18 November, Cloudflare 20 Februari, dan ringkasan insiden Azure di Dataconomy.

Polanya: kesalahan kecil, dampak besar

Ketiga penyedia punya pusat data di banyak negara, tetapi sistem kendalinya terpusat. Satu perubahan konfigurasi yang salah bisa menyebar ke seluruh dunia dalam hitungan menit. Pada insiden AWS, misalnya, satu record DNS yang kosong di satu wilayah membuat banyak layanan lain ikut gagal karena saling bergantung.

Kenapa website kecil ikut kena

Banyak website kecil memakai satu penyedia untuk semuanya: DNS, CDN, hosting, dan email. Saat penyedia itu bermasalah, semua layanan berhenti bersamaan — dan Anda tidak bisa memindahkan apa pun karena panel kendalinya ikut mati.

Langkah sederhana mengurangi risiko

  1. Pisahkan pengelola DNS dari hosting/CDN, sehingga Anda masih bisa mengalihkan domain saat hosting bermasalah.
  2. Gunakan TTL wajar (mis. 1 jam) supaya perpindahan darurat cepat menyebar — lihat TTL dan propagasi DNS.
  3. Pisahkan email dari hosting website, supaya email tetap jalan saat website down.
  4. Simpan cadangan website dan data di lokasi berbeda, dan catat langkah memindahkannya.
  5. Ikuti halaman status penyedia Anda dan siapkan cara memberi kabar ke pelanggan (mis. media sosial atau WhatsApp).
Cara mengarahkan domain ke hosting baru — termasuk saat keadaan darurat — dijelaskan di panduan Arahkan domain ke hosting.

Sumber

  1. Summary of the Amazon DynamoDB service disruption in us-east-1 — AWS — aws.amazon.com
  2. Cloudflare outage on November 18, 2025 — Cloudflare — blog.cloudflare.com
  3. Cloudflare outage on February 20, 2026 — Cloudflare — blog.cloudflare.com
  4. Azure outage: Microsoft blames Azure Front Door — Dataconomy — dataconomy.com

Ditulis berdasarkan sumber di atas per 31 Oktober 2026. Kebijakan dan angka dari pihak ketiga bisa berubah — periksa sumber aslinya untuk kabar terbaru.

Semua berita