PANDI mengarahkan strategi 2026 ke UMKM setelah domain .id tembus 1,43 juta pengguna. Berikut cara memilih ekstensi domain yang murah dan pas untuk usaha kecil.
Domain beralamat Indonesia, .id, baru saja mencatat rekor: 1.432.960 domain terdaftar sepanjang 2025, menjadikannya ekstensi domain negara (ccTLD) terbesar di Asia Tenggara (Bisnis.com). Ketua PANDI John Sihar Simanjuntak menyebut jumlahnya sudah “hampir 1,5 juta domain” per akhir Desember 2025.
Target 2026: UMKM jadi prioritas
Mengejar pertumbuhan itu, PANDI menetapkan target 1,5 juta pengguna domain pada 2026 dengan proyeksi pendapatan Rp82,5 miliar. Yang menarik, strategi untuk mencapainya diarahkan bukan ke korporasi besar, melainkan ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pendidikan, dan instansi pemerintah, ditambah ekspansi lewat registrar ke luar negeri (Bisnis.com).
Sejalan dengan arah itu, ekstensi second-level seperti .my.id dan .biz.id juga tumbuh pesat. Per Mei 2026, .my.id tercatat sebagai ekstensi paling banyak dengan 406.693 domain, disusul .biz.id dengan 187.818 domain (GoodStats). Kedua ekstensi ini memang ditujukan untuk individu dan usaha kecil, dengan harga di bawah domain .id biasa.
Pilihan domain termurah untuk UMKM
Untuk usaha kecil yang baru mulai, tiga ekstensi ini layak dipertimbangkan lebih dulu karena harganya paling ringan:
| Ekstensi | Harga normal/tahun | Harga sekarang di Resmi.ID |
|---|---|---|
| my.id | Rp55.000 | Rp41.000 |
| biz.id | Rp91.000 | Rp41.000 |
| web.id | Rp80.000 | Rp52.000 |
Sebagai pembanding, domain .id reguler (tanpa akhiran tambahan) dan .co.id masing-masing berada di kisaran Rp262.000 dan Rp327.000 per tahun — jauh lebih mahal untuk usaha yang baru merintis dan belum butuh kesan formalitas setingkat badan usaha resmi.
Bedanya my.id, biz.id, dan web.id
- my.id — paling fleksibel, cocok untuk personal branding, toko online perorangan, atau usaha rumahan yang namanya belum tentu sama dengan nama bisnis resmi.
- biz.id — kata "biz" langsung menunjukkan ini alamat bisnis, cocok untuk UMKM yang ingin terlihat profesional tanpa biaya setingkat .co.id.
- web.id — netral, cocok untuk situs portofolio, komunitas, atau proyek sampingan yang belum berbentuk usaha formal.
Ketiganya tidak mensyaratkan NIB atau dokumen badan usaha saat pendaftaran, berbeda dengan .co.id yang biasanya meminta bukti legalitas. Ini membuat ketiganya jadi pintu masuk termurah dan tercepat bagi UMKM yang belum punya badan hukum resmi untuk tetap punya alamat .id.
Cara memilih domain yang pas, bukan cuma yang murah
- Samakan dengan nama usaha atau merek Anda. Hindari menambah angka atau tanda hubung yang tidak perlu, karena menyulitkan pelanggan mengingat dan mengetik ulang.
- Pilih ekstensi sesuai tahap usaha: my.id untuk personal/rumahan, biz.id bila sudah berjalan sebagai bisnis meski belum berbadan hukum, co.id bila sudah punya NIB atau akta resmi.
- Cek ketersediaan nama di halaman domain sebelum memutuskan ekstensi — nama yang sama persis belum tentu tersedia di semua ekstensi.
- Perhatikan harga perpanjangan, bukan cuma harga tahun pertama. Harga promo biasanya hanya berlaku di pendaftaran awal.
Kesimpulan
Dengan PANDI mengarahkan pertumbuhan domain .id ke UMKM sepanjang 2026, ini saat yang tepat bagi usaha kecil untuk mengamankan alamat digital sendiri. Untuk memulai, my.id atau biz.id dengan harga di bawah Rp50.000 per tahun sudah cukup untuk tampil profesional tanpa syarat dokumen bisnis yang rumit — tinggal pastikan namanya sesuai merek dan mudah diingat pelanggan.
Sumber
- Jumlah Domain .id Tertinggi di Asia Tenggara 2025, Tembus 1,43 Juta Pengguna — Bisnis.com — teknologi.bisnis.com
- Pandi Targetkan 1,5 Juta Pengguna Domain pada 2026, Pendapatan Rp82,5 Miliar — Bisnis.com — teknologi.bisnis.com
- Domain .id di Indonesia 2026 — GoodStats — goodstats.id
Ditulis berdasarkan sumber di atas per 2 November 2026. Kebijakan dan angka dari pihak ketiga bisa berubah — periksa sumber aslinya untuk kabar terbaru.
Semua berita